Jumat, 05 Juli 2013

Kebudayaan Rudat Banten





A. Pengertian Rudat

Rudat adalah kesenian tradisional khas Banten yang merupakan perpaduan unsur tari, syair shalawat, dan olah kanuragan yang berpadu dengan tabuhan terbang dan tepuk tangan. Rudat terdiri dari sejumlah musik perkusi yang dimainkan oleh setidaknya delapan orang penerbang (pemain musik ) yang mengiringi tujuh hingga dua belas penari.Menurut beberapa tokoh Rudat, nama Rudat diambil dari nama alat yang dimainkan dalam kesenian ini. Alat musik tersebut berbentuk bundar yang dimainkan dengan cara dipukul. Seni Rudat mulai ada dan berkembang pada masa pemerintahan Sinuhun Kesultanan Banten II, Pangeran Surosowan Panembahan Pakalangan Gede Maulana Yusuf (1570-1580 M).


B. Sejarah Kesenian Rudat

Tidak banyak yang mengetahui siapa yang menciptakan kesenian ini, karena sekarang sesepuh yang mengetahui seluk-beluk Rudat sangat sedikit bahkan sebagian sudah meninggal. Naskah yag berisi sejarah Rudat dan nilai-nilai filosofis tentang rudat pun hanya dimiliki oleh satu sampai dua orang yang salah satunya merupakan anak dari mendiang pemilik naskah yang menjadi sesepuh disana. Meskipun tidak banyak yang mengetahui pencipta kesenian ini, warga Sukalila meyakini bahwa Rudat sebetulnya jurus silat yang dikembangkan menjadi tarian. Langkah-langkahnya merupakan langkah-langkah silat yang dikembangkan menjadi tarian dan diiringi musik dan shalawat.Seni tradisional Banten ini menjadi rangkaiaan utama tatkala Kesultanan Banten mengadakan hajat besar atau dalam acara penyambutan tamu kehormatan yang berasal dari mancanegara. Pasang surut Seni Rudat sangat erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Banten. Saat kedatangan Belanda, Seni Rudat malah terkubur. Pada zaman Sinuhun Kasultanan Banten IV Pangeran  Panembahan Maulana Abdulmufakir Mahmudin Abdul Kadir (1596-1651 M) seni tradisional khas Banten ini benar-benar dilarang Belanda karena dicurigai sebagai ajang untuk mengumpulkan masa untuk berlatih bela diri dan menghimpun kekuatan untuk menentang Belanda.

Sumber  :
http://iannnews.com/ensiklopedia.php?page=budaya&prov=1&id=34#sthash.2xUGtVY1.dpuf

2 komentar:

  1. maaf, foto itu bukan seni Rudat, itu Marawis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
      telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
      sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
      punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
      kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
      Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
      tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
      lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
      masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
      dinmr hp beliau (081-322-565-355) ATAU KLIK SITUS KAMI
      dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

      Hapus